Senin, 06 Maret 2017

Trik Sukses Ala Pengusaha Muda

Siapa sih yang tidak mau sukses? Semua orang pasti ingin meraih kesuksesan. Sukses berawal dari mimpi, mimpi sederhana yang berubah menjadi kenyataan. Pengusaha-pengusaha muda ini contohnya yang mulai mengubah mimpinya dan menjadi sukses.

1.  Dea Valencia
Perempuan kelahiran Semarang, 14 Februari 1994 ini bernama lengkap Dea Valencia Budiarto atau akrab dipanggil Dea telah menjadi young technopreneurship di kalangan teman-teman seusianya. Perempuan cantik dengan umur yang terbilang masih sangat muda ini sudah mencapai omzet sebesar 200-250 juta perbulan dari penjualan batiknya via jejaring sosial Facebook. Saat kecil dea tidak pernah berpikir dapat membuat usaha seperti sekarang ini dari mulai hanya membantu ibunya menjual koleksi batik, saat itu dalam bentuk kain sambil berjualan sambil mempelajari. Sejak saat itulah Dea mulai jatuh cinta pada batik dan muncul ide untuk berjualan baju dari batik. Usaha batiknya adalah batik kultur, Dea mengawali penjualan batik pada saat kuliah di semester tiga. Awalnya penjualan melalui Facebook dan hanya 20 potong pakaian. Tapi sekarang penjualannya mampu mencapai 600 potong per bulan. Dalam bisnisnya ini Dea juga mempekerjakan orang-orang yang difabel untuk membnatunya memproduksi batik kultur.

2.  Dian Pelangi 
Dian Wahyu Utami atau sering dipanggil Dian Pelangi lahir di Palembang, 14 Januari 1991 merupakan seorang pengusaha Indonesia yang juga merupakan pendiri busana Dian Pelangi Fashion. Dikenal sebagai desainer yang multitalenta, Dian membawa busana muslim di Indonesia dikenal sampai ke mancanegara. Dian terinspirasi akan pelangi yang begitu kaya warna dan selalu berusaha menggali kekayaan budaya Indonesia, mulai dari tie dye yang cerah, songket yang indah, sampai batik yang mewah. Dian juga termasuk dalam anggota Pengusaha Mode (APPMI) termuda ini menjadi designer di Gallery Dian Pelangi sejak tahun 2008. Seorang designer yang mampu menunjukkan pada dunia bahwa busana muslim dapat menjadi icon fashion yang mendunia. Karyanya sudah dipamerkan dibeberapa kota di Dunia seperti Kuala Lumpur, Singapura, Kairo, Pakistan, Amman, Praha, Budapest, London, Melbourne, Thailand dan beberapa kota besar di Indonesia.

3.  Reza Nurhilman
Reza Nurhilman atau sering dipanggil Axl ini memulai bisnis usahanya pada umur 21 tahun. Pada tahun 2010, Reza Nurhilman memulai kerjasama dengan produsen keripik pedas di kota Cimahi. Kegiatan produksi keripik pedas yang memiliki beberapa level kepedasan dan baso goreng (basreng) secara komersial sebagai industri rumah tangga. Pada awal tahun 2011, industri rumah tangga ini diresmikan secara resmi dengan nama CV. 29 Synergi. Reza Nurhilman mulai memasarkan secara Word-of-Mouth dan lewat jejaring sosial Twitter lewat akun pribadinya dengan penggunaan hashtag #maicih. Kesuksesan Reza di bidang keripik pedas mulai dirintis ketika ia diajak oleh seorang temannya ke salah satu daerah di Cimahi untuk mencicipi keripik lada pedas buatan seorang nenek. Reza kemudian berinisiatif menanyakan resep keripik tersebut dan berjualan keripik tersebut dengan resep yang sama. Hanya dengan modal Rp 15 juta rupiah, Reza mulai memproduksi keripik yang diberi nama Maicih sebanyak 50 bungkus/hari. Setelah usaha keripik pedas ini dikenal masyarakat luas. Reza akhirnya menambah tingkat kepedasan hingga level 10 dengan kapasitas produksi lebih dari 2000 bungkus/hari. Pemasaran yang meliputi beberapa wilayah oleh beberapa jenderal (sebutan bagi reseller Maicih) membuat pria asal Bandung tersebut mampu meraih omset hingga Rp900 juta/bulan dengan estimasi pendapatan sekitar Rp30 juta/hari.

Dari kisah para pengusaha muda sukses diatas kita bisa terinspirasi dari mereka untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka dengan beberapa trik berikut:
1.  Memiliki mimpi
2.  Selalu jalin kerja sama yang baik dalam sebuah usaha
3.  Kreatifitas, totalitas dan loyalitas
4.  Bekerja keras, rajin, dan tidak pernah putus asa
5. Manfaatkan internet sebagai alat berbisnis
6.  Rela kehilangan masa muda
7.  Berani mencoba hal-hal baru dan menghadapi resiko
8.  Fokus terhadap bisnis yang dikerjakan akan bisnis tersebut bisa terus berkembang





sources:

Senin, 12 Desember 2016

Pertentangan Sosial

Pertentangan sosial (konflik) merupakan suatu konflik yang biasanya timbul akibat faktor-faktor sosial, contohnya salah paham. Pertentangan sosial ini adalah salah satu akibat dari adanya perbedaan-perbedaan dari norma yang menyimpang di kehidupan masyarakat. Pertentangan sosial (konflik) dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya.

Penyebab pertentangan sosial antara lain:
1.  Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
2.  Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
3.  Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
4.  Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Pertentangan sosial bisa terjadi didalam keluarga, antar kelompok-kelompok sosial (antar geng), kelompok yang terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa), konflik antar politik, dan antar satuan nasional (kampanye, perang saudara). Namun ada beberapa cara dalam pemecahan konflik yaitu:
1.  Elimination yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
2.  Subjugation atau Domination yaitu orang atau pihak yang mempunyai kekuatan besar dapat memaksa pihak lain untuk mentaatinya.
3.  Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4.  Minority Consent yaitu kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakat untuk melakukan kegiatan bersama.
5.  Compromise artinya kedua atau semua kelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.

Pertentangan sosial (konflik) tidak selamanya buruk dari hal tersebut terdapat juga dampak positif, walaupun tentu saja tetap ada dampak negatifnya. 
Dampak positif konflik sosial adalah:
1.  Dapat menciptakan integrasi yang harmonis
2.  Memperkuat identitas pihak yang berkonflik
3.  Menciptakan kelompok baru
4.  Membuka wawasan
5.  Memperjelas beberapa aspek kehidupan yang belum tuntas
6.  Meningkatkan solidaritas antar anggota kelompok
7.  Mengurangi rasa ketergantungan antara individu atau kelompok
8.  Memunculkan kompromi baru
Dampak negatif konflik sosial adalah:
1.  Rusaknya fasilitas umum
2.  Terjadi perubahan kepribadian
3.  Menyebabkan dominasi kelompok pemenang
4.  Menimbulkan keretakan hubungan antar individu dan kelompok
5.  Menyebabkan rusaknya berbagai harta benda dan jatuhnya korban jiwa



Source:
http:// suci_k.staff.gunadarma.ac.id/.../pertentangan-pertentangan-sosial-dan-integrasi(9).pdf

Minggu, 04 Desember 2016

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat atau society adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Menurut M.J Herskovits masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.

A. Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga yang amat kuat yang hakikatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan  dari masyarakat dimana ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan  bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya, karena beranggapan sama-sama sebagai anggota masyarakat yang saling mencintai, saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama didalam masyarakat.

Adapun ciri-ciri masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut:

1.  Di dalam masyarakat pedesaan memiliki hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas-batas wilayahnya.
2.   Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan (gemeinschaft atau paguyuban).
3.  Sebagian besar warga masyarakat hidup dari pertanian. Pekerjaan-pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan (part time) yag biasa mengisi waktu luang.
4.  Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat dan sebagainya.

Oleh karena anggota masyarakat mempunyai kepentingan pokok yang hampir sama, maka mereka selalu bekerja sama untuk mencapai kepentingan-kepentingan mereka. Seperti pada waktu mendirikan rumah, upacara pesta perkawinan, memperbaiki jalan desa, membuat saluran air dan sebagainya dalam hal tersebut mereka akan selalu bekerja sama dengan bergotong royong.

B. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan  masyarakat pedesaan. Orang-orang kota sudah memandang pengggunaan kebutuhan hidup, hal ini disebabkan oleh karena pandangan warga kota sekitarnya. Orang desa memandang makanan sebagai suatu alat memenuhi kebutuhan biologis, sedangkan orang kota makanan sebagai alat unutk memenuhi kebutuhan sosial. Demikian pula masalah pakaian, orang kota memandang pakaian sebagai alat kebutuhan sosial bahkan pakaian yang dipakai merupakan perwujudan dari kedudukan sosial si pemakai.

Adapun beberapa ciri dari masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut:

1.  Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2.  Orang-orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain.
3.   Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4.  Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
5.  Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
6.  Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
7.  Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan di perkotaan. Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya segar diselimuti berbagai jenis tumbuhan dan berbagai satwa disela-sela pepohonan. Semua ini sangat berlainan dengan lingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal. Bangunan-bangunan menjulang tinggi saling berdesak-desakan dan kadang- kadang berdampingan dan berhimpitan dengan gubug liar dan pemukiman yang padat.
Perbedaan lainnya adalah masalah mata pencaharian, kegiatan utama penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kegiatan ekonomi utama tergantung pada usaha pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan dan termasuk juga perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat kegiatan ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, disamping sektor ekonomi tersier yaitu bidang pelayanan jasa.
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah satu sama lain, bahkan diantara keduanya terdapat hubungan yang erat bersifat ketergantungan karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tertentu dikota. Kota juga menghasilkan barang-barang yang diperlukan oleh masyarakat desa bahan pakaian, alat dan obat pembasmi hama pertanian, obat untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi.



Senin, 21 November 2016

Pelapisan Sosial

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat dalam Masyarakat

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut :
1. Ukuran kekayaan
2. Ukuran kekuasaan dan wewenang
3. Ukuran kehormatan
4. Ukuran ilmu pengetahuan

Pelapisan sosial dalam masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas yaitu :
a. Kelas atas (upper class)
b. Kelas menengah (middle class)
c. Kelas bawah (lower class)

Berikut beberapa contoh pelapisan sosial :
1. Pada masyarakat kota aspek kehidupan pekerjaan, ekonomi, atau social politik lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengan di desa
2. Pada masyarakat desa kesenjangan (gap) antara kelas ekstern dalam piramida sosial tidak terlalu besar
3. Pada masyarakat kota antara kelas ekstern yang kaya dan miskin cukup besar. Di daerah pedesaan tingkatannya hanya kaya dan miskin saja
4. Pada umumnya masyarakat pedesaan cenderung berada pada kelas menengah menurut ukuran desa, sebab orang kaya dan orang miskin sering bergeser ke kota. Kepindahan orang miskin ini disebabkan tidak mempunyai tanah, mencari pekerjaan ke kota atau ikut transmigrasi. Apa yang dibutuhkan dan diinginkan dari golongan miskin ini sering desa tidak mampu mengatasinya.
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungkan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara.
Berikut contoh kesamaan derajat :
Dalam lingkungan Berbangsa dan Bernegara :
1.      Dibentuknya lembaga peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan.
2.      Adanya kebebasan dan pengakuan dalam memperoleh pendidikan, pekerjaan dan penghidupan yang layak.
3.      Pemerintah memberikan hak dan kewajiban yang sama kepada warga negaranya.
Dalam lingkungan Masyarakat :
1.      Aktif dalam musyawarah, kerja bakti dalam masyarakat.
2.      Aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat.
Dalam lingkungan Sekolah :
1.      Sekolah memberikan hak dan kewajiban yang sama kepada murid.
2.       Jika ada murid terkena musibah, maka guru dan teman-temanya membantu.
Dalam lingkungan Keluarga :
1.      Orangtua bersikap demokratis.
2.      Orangtua memberikan hak dan kewajiban yang sama kepada anak-anaknya.
3.      Apabila salah satu anggota keluarga membutuhkan bantuan, maka seluruh keluarga berusaha membantu.
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat itu saling berkaitan. Jika pelapisan sosial berhubungan dengan pengelompokkan anggota masyarakat pada kelas-kelas tertentu, maka kesamaan derajat adalah yang membuat perbedaan kelas-kelas tersebut memiliki kesamaan derajat yang sama didalam lingkungan pribadi, masyarakat, dan negara.



Source:
https://abiand.wordpress.com/tugas/5-pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/

Minggu, 06 November 2016

Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda dalam KBBI adalah orang muda laki-laki. Atau menurut istilah pemuda adalah individu berkarakter generasi penerus bangsa yang sedang mengalami perkembangan untuk menciptakan pembangunan baik untuk saat ini maupun dimasa datang. Sosialisasi adalah proses penanaman dan pembelajaran nilai dan aturan serta membentuk kepribadian dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Dengan bersosialisasi pemuda dapat mengenal lingkungan sekitar, memahami karakter masing-masing masyarakat, dan mengetahui bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan dalam kelompok tersebut.
Peran pemuda dalam bersosialisasi dimasyarakat saat ini mengalami penurunan, dulu biasanya setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara keagamaan, dan adat istiadat yang berperan aktif untuk mensukseskan acara tersebut adalah pemuda sekitar. Pemuda jaman sekarang lebih suka dengan kesenangan, selalu bermain-main dan lebih suka peranan di dunia maya daripada di dunia nyata. Lebih aktif di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path dan lain-lain, lebih sering main game online dibandingkan dengan ikut suatu organisasi masyarakat, duduk bermusyawarah membahas kemajuan Rt/Rw, Kecamatan, Provinsi bahkan Negara. Sebagai seorang pemuda kita dituntut untuk berperan aktif dalam kegiatan masyarakat. Karena pemuda ialah generasi penerus bangsa yang akan membawa perubahan bagi masyarakat dan negara. Seperti makna dalam Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Itu berarti perjuangan pemuda jaman kemerdekaan dulu untuk memerdekakan bangsa Indonesia sangat besar, bagaimana mereka dengan tidak gentar melawan penjajah dengan bersenjata bambu runcing bisa memberikan perubahan untuk Negara Indonesia saat itu. Maka masa reformasi saat ini pemuda diharapkan bisa melanjutkan perjuangan pemuda jaman dulu, bukan dengan senjata, berperang atau semacamnya tapi bisa dengan mengembangkan dan memajukan pendidikan atau memberikan pelatihan untuk mengembangkan potensi yang ada dimasyarakat. Kecanggihan teknologi saat ini harus dimanfaatkan dengan baik jangan sampai hal itu mengurangi rasa sosialisasi dengan lingkungan sekitar. Semoga pemuda-pemuda masa kini bisa memberikan perubahan menuju masyarakat yang lebih baik dan lebih maju, tidak hanya berunjuk rasa dan membuat kerusuhan. Walaupun sebenarnya tidak semua pemuda seperti itu banyak juga pemuda yang bersosialisasi di masyarakat dengan baik.