Sabtu, 14 Mei 2016

Interview a Tourist in Kota Tua


Hello everyone, back again in my blog this time I want to posting my soft skills task is interviewed tourists. But before I’ll tell you a little bit story, so to accomplish this task last Monday 9th May 2016 I went to Kota Tua with my friends to looking for tourists. But fortunately yesterday in Kota Tua many tourists who are sightseeing there. After I met a tourist I’m immediately started a conversation with him. And this is a conversation I had with him:
Me       : Hello sir good afternoon.  May I have time to talk with you?
Tourist : Good afternoon too, yes sure.
Me       : I am Kartini, I have a task to interview a tourist do you mind?
Tourist : No, yes please.
Me       : Thank you, by the way what’s your name?
Tourist : My name is Fred
Me       : Oh nice to meet you
Tourist  : Nice to meet you too
Me       : Where do you come from?
Tourist : I came from Germany.
Me       : I see. What are you doing in Indonesia, are you come here for holiday or another?
Tourist : Yes I am here just for the holiday.
Me       : How long have you lived in Indonesia?
Tourist : I had one day here, I arrived in Jakarta last night.
Me       : Hmm.. With whom did you come to Jakarta?
Tourist : I along with my friends.
Me       : During in here, what places have you visited?
Tourist : This place for the first time that I visited.
Me       : Oh really? And how do you think about this place?
Tourist : Yes, This place is great suitable for holiday because there are many museums that can
               be visited and I could see the cultures or the history about this country. It was very    
               interesting.
Me       : Yes many of culture in Indonesia, and what do you think about the weather in here?
               Is it different from in your country right?
Tourist : Yes the weather it’s very hot.
Me       : Haha yeah of course… Okay sir thank you so much and before can I take the picture with you?
Tourist : Sure.
Me       : Okay once again thank you so much, thank you for your time and have a nice holiday.



Yeah that’s my interview and this is my picture with him.


Thank you…

Senin, 11 April 2016

TRIP TO THE MUSEUM OF PUPPETS


Hari minggu lalu saya dan teman kuliah saya pergi ke salah satu tempat wisata yang cukup terkenal di Jakarta yaitu Kota Tua yang berada di Jalan Taman Fatahillah No.1, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tujuan saya pergi kesana adalah untuk memenuhi salah satu tugas kuliah kepariwisataan, dan sekaligus menambah pengetahuan tentang beberapa museum yang ada di Jakarta.  Alasan kenapa saya memilih Kota Tua sebagai destinasi wisata adalah karena lokasinya yang strategis tidak terlalu jauh dari stasiun, karena kemarin saya pergi dengan menggunakan transportasi kereta commuter line. Dan karena tempat wisata tersebut cukup murah juga. Di kota tua banyak sekali museum-museum yang  bisa kita kunjungi  seperti , Museum  Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Kantor Pos dan banyak yang lainnya.

Museum yang saya kunjungi kemarin adalah Museum Wayang yaitu sebuah bangunan tua yang berada di sekitar Taman Fatahillah, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat, hanya berjarak beberapa meter dari Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah. Selain harga tiketnya dapat dibilang murah meriah. Kita juga bisa mendapatkan wawasan lebih mengenai dunia perwayangan  yang  mulai dilupakan terutama oleh generasi muda. Di museum tersebut terdapat banyak jenis tokoh pewayangan yang berasal dari Indonesia dan negara-negara asing.

Sejarah Museum Wayang

Bangunan Museum Wayang mulanya merupakan gereja tua yang  didirikan VOC pada tahun 1640 dengan nama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Hingga tahun 1732 gedung ini berfungsi sebagai tempat peribadatan penduduk sipil dan tentara Belanda yang tinggal di Batavia.
Pada tahun 1733 gereja tersebut dipugar dan namanya diubah menjadi “de nieuwe Hollandsche Kerk” yang berdiri terus sampai tahun 1808. Di halaman gereja yang kini menjadi taman terbuka Museum Wayang terdapat prasasti-prasasti yang berjumlah 9 (sembilan) buah yang menampilkan nama-nama pejabat Belanda yang pernah dimakamkan di halaman gereja tersebut.
Akibat terjadinya gempa, bangunan Gereja Belanda tersebut sempat rusak. Selanjutnya di lokasi tersebut dibangun kembali sebuah gedung yang difungsikan sebagai gudang milik perusahaan Geo Wehry & Co.  Bagian depan museum ini dibangun pada tahun 1912 dengan gaya Noe Reinaissance, dan pada tahun 1938 seluruh bagian gedung ini dipugar dan disesuaikan dengan gaya rumah Belanda pada zaman Kolonial.

Pada tanggal 14 Agustus 1936 gedung beserta tanahnya ditetapkan menjadi monumen. Selanjutnya dibeli oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) yaitu lembaga independen yang bertujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, serta menerbitkan hasil penelitian. Pada tahun 1937 lembaga tersebut menyerahkan gedung kepada Stichting oud Batavia dan kemudian dijadikan museum dengan nama “de oude Bataviasche Museum “ atau museum Batavia Lama yang pembukaannya dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda terakhir, Jonkheer Meester Aldius Warmoldu Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer, pada 22 Desember 1939.

Gubernur Jakarta Ali Sadikin meresmikan Museum Wayang pada 13 Agustus 1975. Museum Wayang memiliki koleksi 4000 wayang dan boneka dari berbagai tempat di dalam dan luar negeri seperti, India, Belanda, Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Kolombia serta koleksi topeng, gamelan, dokumen, peta dan foto-foto tua.

Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan-bahan lain. Wayang-wayang dari luar negeri ada juga di sini, misalnya dari Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja. Wayang yang dikoleksi di Museum Wayang terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber dan gamelan.


Beberapa koleksi wayang yang dipajang dalam bingkai

Satu set gamelan di Museum Wayang.



Dan berikut beberapa dokumentasi yang saya lakukan di Museum Wayang:





Sabtu, 23 Januari 2016

Advertisement

This is one of the assignment soft skill is make an advertisement,






Gives color to the lips as soft as silk, durable, then with the formula moisturizes “glow lipstick” can also blend into the surface of the lips in perfectly, soft and exudes a sensual glow.


Buy Now!!

And your lips will be glowing, lustrous and flushed

Glow Lipstick



















Minggu, 17 Januari 2016

TEORI-TEORI IKLAN


Iklan adalah suatu pesan untuk menawarkan sebuah produk atau jasa yang disampaikan lewat media massa yang ditujukan kepada masyarakat agar mereka membeli atau menggunakan barang atau jasa tersebut. Dalam iklan ada beberapa teori yang dapat digunakan, berikut teori-teori tersebut :
A. Teori Efek Minimal
Anggapan yang beredar dimasyarakat umum bahwa ada korelasi positif antara peningkatan biaya pemasangan iklan dengan banyaknya produk yang terjual dalam satuan waktu tertentu. Kalau biaya pemasangan iklan makin besar akan makin banyak pula penjualannya terhadap  produk yang diiklankan, demikian juga bila sebaliknya kalau biaya pemasangan iklan semakin kecil maka semakin kecil juga volume penjualan atas barang-barang atau jasa tersebut.

Michael Scudson mengemukakan teorinya yang membantah anggapan ini. Menurutnya yang terjadi malah sebaliknya ada korelasi negative antara biaya pemasangan iklan dengan volume penjualan produksi. Artinya semakin besar biaya pemasangan iklan akan mempengaruhi makin kecilnya volume penjualan dan sebaliknya semakin kecil biaya yang dikeluarkan untuk memasang iklan mengakibatkan semakin besar volume penjualan. Teori ini kemudian dia sebut dengan “Teori Efek Minimal”.
Contoh ; Penjualan narkoba yang merupakan produk berbahaya bagi manusia tapi tetap laris padahal produk-produk itu tidak pernah diiklankan melalui media massa kepada khalayak.
Menurut teori efek minimal, iklan memberikan efek yang sangat kecil atau efek minimal yang pada saat sesuatu produk benar-benar sangat diperlukan oleh para pembeli dalam kurun waktu tertentu.

B. Teori Cutting Edge ( Efek Samping)
Teori ini mengajarkan bahwa iklan secara tidak disadari dapat mengubah bentuk prilaku yang menyimpang dari suatu budaya umum dan membentuk sub budaya kelompok tertentu. Dikatakan teori “efek samping” , hal ini karena efek yang semula direncanakan untuk khalayak sasaran tertentu tidak tercapai malah mencapai efek pada khalayak yang tidak direncanakan. Akibatnya sasaran baru itu terpengaruh dan membentuk suatu sub budaya kelompok baru.

C. Teori A-T-R ( Awareness, Trial, Reinforcement)

Teori ini mengajarkan bahwa khalayak itu dapat dipengaruhi oleh iklan, hasilnya kita akan menemukan sekelompok orang yang relative tetap memakai atau membeli produk-produk hasil iklan tersebut. Untuk mendapatkan kelompok orang yang menggunakan produk atau jasa secara tetap harus dilakukan teknik penyampaian pesan yang disebut A-T-R (awareness, trial, reinforcement). Upaya pertama, menggugah kesadaran khalayak bahwa produk yang diinginkan itu ada di sekeliling mereka. Harapan kedua ialah setelah menggugah kesadaran, setiap iklan harus kuat mempengaruhi khalayaknya terutama segi konatifnya sehingga khalayaknya langsung mencoba (trial) proses yang ditunjukkan menurut iklan tersebut. Harapan ketiga adalah proses peneguhan/pengukuhan (reinforcement) iklan yang ditampilkan harus mempunyai kekuatan peneguh sikap tertentu (sikap positif terhadap produk).

D. Teori Selective Influence
Bagaimana khalayak merespon pesan-pesan iklan dari media massa dapat diterangkan melalui teori-teori selective influence yang terdiri dari empat prinsip :
1. Selective attention ( memilih memperhatikan pesan tertentu)
Pertama, perbedaan individu dalam merespon pesan-pesan iklan terjadi hanya karena perbedaan dalam struktur kognitif yang mereka miliki. Cara pandang, berpikir, berpengetahuan, kepercayaan setiap orang terhadap sesuatu yang baru termasuk pesan-pesan iklan tidaklah sama.
Kedua, karena keanggotaan seseorang dalam masyarakat ada dalam berbagai kelompok sosial maupun kemasyarakatan maka ada dugaan memilih perhatian terhadap pesan tertentu pun akan dipengaruhi oleh kelompoknya itu.
Ketiga, bahwa orang lebih berminat jika suatu pesan iklan dapat membangun citra hubungannya dengan pihak lain. Pesan iklan membuat orang harus memperhatikannya karena pesan itu mengakibatkan orang itu aktif berhubungan dengan anggota keluarganya, tetangganya, kenalannya.
2. Selective Perception
Aspek lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pesan iklan adalah pilihan terhadap sesuatu pesan yang didasarkan pada “persepsi” tertentu. Karena adanya perbedaan dalam faktor- faktor kognitif; minat dan kepercayaan, pengetahuan, sikap dan kebutuhan, nilai-nilai maka individu secara selektif pula mempersepsi pesan iklan yang menerpanya. Jadi terdapat perbedaan penerimaan pesan yang dipersepsi oleh penerima karena terdapat perbedaan kognisi itu.
3. Selective Recall
Dalam selective recall ini bahwa seseorang cenderung memilih kembali hanya pesan-pesan yangdiingat saja. Jadi prinsip ini meskipun parallel dengan seleksi pada perhatian namun setiap orang memilih pesan iklan yang paling berkesan saja.

4. Selective Action
Selective action dalam periklanan mungkin mengarahkan seseorang untuk memutuskan jenis produk apa yang dipilihnya setelah menimbang keuntungan dan kerugian dari semua produk yang sama atau iklan menawarkan pada kita untuk menabung atau tidak pada suatu bank tertentu lantaran godaan mobil BMW dan hadiah 500 juta.

E. Teori Lingkungan Informasi Pembeli

Teori ini mengajarkan bahwa setiap orang dapat memutuskan membeli sesuatu atau memakai suatu produk tidak hanya berdasarkan iklan yang menerpanya. Dalam kenyataannya terdapat bebagai sumber informasi non iklan yang mungkin saja berdampak lebih luas dan positip dalam menentukan pengambilan keputusan terhadap produk :
1.      Pengalaman pribadi pembeli
2.      Komunikasi antar pribadi dalam jaringan keluarga
3.      Berita media massa yang lain
4.      Kredibilitas konsumen
5.      Perusahaan saingannya
6.      Kredibilitas media yang digunakan dalam masyarakat 
7.      Lingkungan informasi yang beragan tentang produk 
8.      Kegiatan personal selling, promotion, salesman dan sejenisnya
9.      Informasi persaingan harga yang diperoleh dari media non masa




Sumber:  http://dokumen.tips/documents/memahami-realitas-iklan.html

Senin, 11 Januari 2016

Comparison of Advertising English and Indonesia



Advertising is a tool to promote a product or service sold addressed by society through a medium. Dissemination of advertising could use print media such as magazines or newspapers, or electronic media such as television, radio, and internet. The goal someone made a advertising is to deliver new product info, offers a product, and directing consumers to buy. Basically, the ads must be made to attract attention and get people to listen to the ads. To create ads that can attract the attention of many people at once can create a customer needed the material that has strong appeal and carried out in accordance truth of what informed.
There are two ads above, the first advertising is an ads of Batik Keris that made in English language, while the second ads is an ads of milk is Ultramilk that made in Indonesia language. Here I will compare both the ads :
The first ads, the ads is promoting a batik clothing products. And in the ads was only mentioned where we can find the advertising products. There are only a few branches and address of the Batik store. At the ads was not described the advantages of batik, what distinguishes it from other batik?. And the absence of slogans, while the slogan is very important in terms of advertising. Given that the ads will be easy to remember the public and will be more famous. The advertising of products promoted by a model. The ads only shows motifs of the Batik Keris and batik show the beauty of it when in use. Not too much writing and slogans ads only made simple but elegant. The designs are featured in these ads more luxurious. Because usually the ads in English are not too many writings and direct explanation to things advertised, in order to make consumers curious to immediately come to the ads sold.
English is very rich with idioms, proverbs, and common vocabulary that is part of a various kind of existing ads. To compose words in the ads in English language indeed complicated and complex, because it takes extensive knowledge about idioms, vocabulary, and others, as well as creativity in linking it to the product being advertised. In terms of advertising English sentence structure, if observed many such ads have incorrect grammar composition. This is because the ads generally use the language spoken by the majority of everyday people. So the use of informal language that can be understood and that the advertising message can be conveyed.
The second ads, the ads is promoting of liquid milk products namely Ultramilk. Ads in Indonesian is more to follow in making the structure of a text ads, which has a title, a description of the product, and has a slogan of "start and end the day with proper nutrition". As well as in the ads more writing than the first ads. Because usually ads Indonesia more words and too wordy. And in the ads doesn’t use models in promoting the product, only display images.