Minggu, 23 April 2017

Bentuk- Bentuk Kepemilikan

Wirausahawan harus terampil dalam  strategi dan perencanaan, agar bisnis bisa langgeng. Wirausahawan  harus  juga  menguasai  semua  peraturan  dan  ketentuan  dalam  dunia  usaha. Sebelum  menjalankan  usaha,  wirausahawan  haruslah  memilih  bentuk  hukum  yang  paling sesuai  dengan  kebutuhan-kebutuhan  bisnisnya.  Rencana  wirausahawan  haruslah mempertimbangkan berbagai ketentuan hukum yang berbeda satu sama lain, yang mengatur jalannya bisnis. Untuk memilih bentuk hukum dari bisnis, pertama -tama haruslah mengetahui alternatif yang ada. Terdapat tiga  bentuk dasar dari organisasi perusahaan: kepemilikan tunggal, kongsi, dan perseroan. Masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian sendiri. Jenis organisasi bisnis yang dipilih wirausahawan akan menentukan pola hubungan wirausahawan dengan berbagai badan pemerintah.

1. Bentuk Kepemilikan

A. Kepemilikan Tunggal

Kepemilikan tunggal merupakan bentuk organisasi bisnis kecil yang paling umum. Perusahaan  dimiliki  dan  dijalankan  oleh  satu  orang.  Menjadi  seorang  pemilik  tunggal, wirausahawan hanya memerlukan ijin dan mendaftar untuk bisa memulai usaha.
Keuntungan-keuntungan dari kepemilikan tunggal antara lain adalah sebagai berikut:
  • Organisasi informal sudah cukup, dan kewajiban-kewajiban hukum yang harus dipenuhi hanya sedikit, dan biasanya tidak semahal seperti membentuk sebuah kongsi atau PT.
  • Pemilik tidak perlu membagi laba dengan siapapun.
  • Tidak  perlu  berkonsultasi  dengan  sesama  pemilik  atau  rekanan  (kecuali  mungkin  istri) sehingga  seorang  pemilik  tunggal  mempunyai  kekuasaan  membuat  keputusan  dan pengendalian sepenuhnya.
  • Pemilik  dapat  menanggapi  kebutuhan-kebutuhan  bisnis  dengan  cepat  dalam  bentuk keputusan manajemen sehari-hari.
  • Kepemilikan tunggal biasanya bebas dari pengawasan pemerintah dan perpajakan khusus.

Kerugian-kerugian yang diakibatkan dari kepemilikan tunggal adalah sebagai berikut:
  • Kepemilikan  tunggal  mempunyai  kewajiban  tidak terbatas  dan  bertanggung  jawab  atas seluruh  hutang  perusahaan.  Hal  ini  dapat  melebihi  investasi  total  wirausahawan  dalam bisnis itu. Hutang-hutangnya meliputi seluruh hartanya, termasuk rumahnya dan barang-barang milik wirausahawan tersebut.
  • Mungkin modal yang tersedia jauh lebih kecil dibandingkan organisasi bisnis lainnya.
  • Kepemilikan  tunggal  boleh  jadi  sukar  mendapatkan  pembiayaan  jangka  panjang. Perusahaan  sangat  tergantung  pada  keterampilan  wirausahawan.  Sebagai  akibatnya perusahaan  sangat  tidak  stabil,  karena  sakit  atau  kematian  wirausahawan  akan  sangat merugikan operasi normal perusahaan. Seorang  wirausahawan  mungkin  mulai  sebagai  pemilik  tunggal  dan  kalau  berhasil mengembangkan bisnis menjadi kongsi atau perseroan.


B. Kongsi

Beberapa ciri dari kongsi yang membedakan dari bentuk organisasi lain adalah umur yang terbatas dari kongsi, kewajiban tak terbatas dari salah seorang rekanan, pemilikan bersama dari harta, ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba dalam kongsi.
Keuntungan-keuntungan dari bentuk kongsi antara lain adalah sebagai berikut :
  • Formalitas  hukum  dan  pengeluaran-pengeluaran  lebih  sedikit  dibandingkan  dengan persyaratan-persyaratan dalam pendirian sebuah perseroan. 
  • Para  rekanan  lebih  bermotivasi  untuk  menerapkan  kemampuan  mereka  sebaik-baiknya karena mereka ikut mendapatkan laba.
  • Pada  sebuah  kongsi  seringkali  lebih  mudah  mendapatkan  modal  yang  lebih  besar,  dan mempunyai keterampilan yang lebih luas dibandingkan sebuah kepemilikan tunggal.
  • Pengambilan  keputusan  dalam  sebuah  kongsi  lebih  luwes  daripada  dalam  sebuah perseroan.

Kerugian-kerugian yang diakibatkan dari sebuah kongsi adalah sebagai berikut:
  • Harus terdapat kewajiban tak terbatas, paling sedikit bagi seorang rekanan.
  • Kongsi  akan  berakhir  kapan  saja  seorang  rekanan  meninggal  atau  menginginkan pembubaran kongsi. Namun, kongsi dapat dilanjutkan atas  dasar hak untuk tetap hidup dan kemungkinan pembentukan kongsi yang baru.
  • Kongsi relatif lebih sukar untuk memperoleh modal dalam jumlah besar, terutama untuk pembiayaan jangka panjang, dibandingkan dengan perseroan.
  • Rekanan merupakan agen bisnis itu dan tindakan mereka mengikat rekanan-rekanan lain maupun bisnis itu.

Kongsi dapat dirumuskan sebagai sebuah asosiasi dari dua orang atau lebih, yang bertindak sebagai  pemilik  bersama  dari  sebuah  bisnis.  Ayat-ayat  perjanjian  dari  kongsi  biasanya dirumuskan untuk menentukan sumbangan  masing-masing rekanan kepada bisnis dan peran dari setiap partner didalamnya.

C. Perseroan

Sebuah perseroan biasanya dibentuk dengan kekuasaan dari sebuah badan pemerintah, dan harus  menurut  hukum  dagang,  dan  peraturan-peraturan  pemerintah  (pusat  ataupun  daerah) yang berbeda-beda. Prosedur yang biasanya harus diikuti dalam mendirikan sebuah perseroan terbatas  adalah,  pertama-tama  bahwa  harus  ditentukan  jumlah  saham  dan  pembagianpembagiannya  dan  harus  dibentuk  suatu  organisasi  sementara.  Selanjutnya  harus  diperoleh persetujuan dari pemerintah. Persetujuan dari pemerintah  ini  harus dalam  bentuk suatu akte pendirian  untuk  perseroan  itu,  yang  menyatakan  kekuasaan  dan  keterbatasan  dari  suatu perusahaan tertentu.
Keuntungan-keuntungan dari sebuah perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
  • Kewajiban  pemilik  saham  terbatas  pada  jumlah  saham,  biasanya  sesuai  dengan  jumlah investasi si pemegang saham.
  • Pemilikan dengan mudah dapat dipindahkan dari satu orang ke orang lain.
  • Perseroan mempunyai eksistensi hukum yang terpisah.
  • Eksistensi perseroan relatif lebih stabil dan lebih permanen. Umpamanya, jika pimpinan meninggal  atau  hilang,  maka  perusahaan  atau  perseroan  dapat  terus  berjalan  dan melaksanakan usahanya.
  • Pemilik  mendelegasikan  kekuasaan  kepada  manajer  profesional,  yang  merupakan spesialis.
  • Perseroan sanggup menggaji spesialis.

Kerugian-kerugian yang diakibatkan dari sebuah perseroan adalah sebagai berikut:
  • Kegiatan-kegiatannya dibatasi  oleh akte pendirian dan berbagai hukum atau perundangundangan.
  • Banyak  peraturan  pemerintah  yang  harus  diperhatikan  dan  perseroan  harus  membayar banyak dari labanya kepada instansi-instansi pemerintah.
  • Mendirikan sebuah perseroan memakan lebih banyak biaya  daripada membentuk sebuah kongsi.
  • Mungkin  terdapat  pajak-pajak  yang  lebih  besar  karena  adanya  berbagai  instansi pemerintah.

D. Firma (Fa)

Firma adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama, dalam mana tanggung jawab masingmasing anggota firma (disebut firman) tidak terbatas, sedangkan laba yang akan diperoleh dari usaha tersebut akan dibagi bersama-sama. Demikian pula halnya jika menderita rugi, semuanya ikut menanggung. Keanggotaan tidak dapat berpindah tangan kepada orang lain selama anggota tersebut masih hidup. Biasanya anggota dalam firma adalah orangorang yang sudah saling mempercayai satu dengan yang lain. Pada umumnya firma bukanlah badan hukum karena masing-masing anggota dengan seluruh harga benda pribadinya bertanggung jawab atas semua utang perusahaan. Sedangkan badan hukum mempunyai pengertian bahwa tanggung jawab para anggota terhadap utang perusahaan itu hanya terbatas pada kekayaan dari badan hukum bersangkutan.
Keuntungan Firma :
  • Jumlah modal relatif lebih besar dari usaha perseorangan sehingga lebih mudah untuk memperluas usahanya
  • Lebih mudah memperoleh kredit karena mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar
  • Kemampuan manajemennya lebih besar karena adanya pembagian kerja diantara para anggotanya. Di samping itu, semua keputusan diambil bersama-sama.

Kerugian Firma :
  • Tanggung jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh utang perusahaan.
  • Kelangsungan perusahaan tidak menentu sebab apabila salah seorang anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha bersama maka firma bubar
  • Kerugian yang diakibatkan oleh seorang anggota harus ditanggung bersama oleh anggota yang lain

2. Go Publik

Penawaran umum atau sering disebut go publik adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang go publik) kepada masyarakat. Go Public merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan tambahan dana dalam rangka pengembangan dana yang diperoleh oleh perusahaan Go public biasanya selain digunakan untuk keperluan ekspansi juga digunakan untuk pelunasan hutang yang diharapkan akan dapat meningkatkan posisi keuangan perusahan disamping untuk memperkuat struktur permodalan Go Public juga dimaksudkan untuk memperkuat modal kerja perusahaan. Perusahaan melakukan penjualan saham ataupun mengeluarkan obligasi dengan maksud untuk memperoleh tambahan modal yang digunakan untuk melakukan pengembangan usaha serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

3. Keuntungan Dan Kerugian Go Publik
Suatu perusahaan yang melakukan penawaran umum saham dapat memperoleh manfaat sebagai berikut:
  • Memperoleh dana murah dan basis pemodal yang sangat luas untuk keperluan penambahan modal, yang tentunya dapat dimanfaatkan perusahaan untuk keperluan pengembangan usaha.
  • Memberikan likuiditas dan nilai pasar terhadap kekayaan perusahaan yang merupakan nilai ekonomis dari jerih payah para pendiri (founder). Melalui mekanisme pasar sekunder, para pemegang saham pendiri setiap saat bisa menjual sebagian atau seluruh sahamnya (likuiditas).

Selain keuntungan ada juga kerugian yang diakibatkan oleh go publik yaitu:
  • Biaya laporan yang meningkat
  • Pengungkapan (disclousure), manajer enggan mengungkapkan semua informasi yang dimiliki karena dapat digunakan oleh pesaing 
  • Ketakutan untuk diambil alih


4. Proses Go Publik

Dalam melakukan go publik dapat dikelompokkan menjadi 4 tahapan yaitu:
1. Tahapan Persiapan
Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses penawaran umum. Pada tahap yang paling awal perusahaan akan menerbitkan saham terlebih dahulu melakukan rapat umum pemegang saham untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka penawaran umum saham.

2. Tahap Pengajuan Pernyatan Pendaftaran
Pada tahap ini dilengkapi dengan dokumen pendukung calon emiten menyampaikan pendaftaran kepada Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) hingga BAPEPAM menyatakan pendaftaran menjadi efektif.

3. Tahap Penawaran Saham
Tahap ini merupakan tahapan utama karena pada waktu inilah emiten menawarkan saham kepada calon investor. Masa penawaran sekurang-kurangnya tiga hari kerja.

4. Tahap Pencatatan di Bursa Efek

Setelah selesai penjualan saham di pasar perdana, selanjutnya saham tersebut dicatatkan di bursa efek. Saham yang dicatatkan dibagi menjadi dua papan pencatatan yaitu, Papan Utama ditujukan untuk calon emiten atau emiten yang ukuran besar dan mempunyai track record yang baik dan satu lagi Papan Pengembangan ditujukan untuk perusahaan yang memiliki prospektif namun belum menghasilkan keuntungan dan merupakan sarana bagi perusahaan yang sedang dalam penyehatan sehingga diharapkan pemulihan ekonomi nasional dapat terlaksana lebih cepat.


Kesimpulan

Dalam bidang wirausahaan untuk menjalankan bisnisnya harus memilih bentuk kepemilikan. Rencana wirausahaan haruslah mempertimbangkan berbagai ketentuan hukum yang berbeda satu sama lain, yang mengatur jalannya bisnis. Jenis organisasi bisnis yang dipilih wirausahawan akan menentukan pola hubungan wirausahawan dengan berbagai badan pemerintah. Ada beberapa bentuk-bentuk kepemilikkan antara lain kepemilikan tunggal, kongsi, perseroan dan firma, tentunya dalam masing-masing bentuk kepemilikan tersebut memiliki keuntungan dan kerugian bagi perusahaan. Go Publik atau kegiatan penawaran umum saham juga diperlukan dalam kewirausahaan karena dengan melakukan go publik perusahaan bisa mendapat tambahan dana dari pemegang saham yang bisa digunakan untuk kelangsungan bisnis perusahaan. Dan prosesnya melalui beberapa tahapan seperti persiapan, pengajuan pernyataan pendaftaran, penawaran saham, dan pencatatan di bursa efek. Tentu saja go publik juga memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Resiko memang harus terus diambil untuk menjadi seorang wirausahaan yang sukses.




Sumber:

Minggu, 16 April 2017

EVALUASI PELUANG USAHA BARU

Dalam realita, seringkali terjadi seseorang yang ingin membuka usaha baru didorong oleh rasa optimis yang berlebihan. Untuk menetralisir rasa optimis yang berlebihan perlu dilakukan evaluasi. Bagaimana cara mengevaluasi peluang usaha tersebut? Dalam mengevaluasi peluang usaha, kita harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah asal membuka usaha baru, tetapi harus memperhitungkan segala kemungkinan yang akan dihadapi. Beberapa kemungkinan tersebut antara lain, teman yang akan diajak kerja sama, sumber modal, komoditi yang akan dijual, dan kemungkinan daya serap pasar. Secara rinci ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menilai/mengevaluasi peluang usaha baru yaitu:

1. Penetapan Kelayakan Usaha Baru
Yang pertama kali harus dilakukan dalam memulai usaha baru adalah analisis kelayakan usaha tersebut. Hakikat dari analisis kelayakan usaha baru adalah menemukan jawaban tentang apakah peluang usaha baik yang berupa produk baru atau jasa dapat dijual, berapa biaya yang dikeluarkan serta mampukah produk atau jasa tersebut mampu memperoleh laba.
Alasan utama kegagalan usaha baru adalah :
a. pengetahuan pasar yang tidak memadai
b. kinerja produk yang salah
c. usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif
d. tidak disadarinya tekanan persaingan
2. Analisa Kelayakan Teknis
Sebelum peluang usaha baru di implementasikan, dilihat dari aspek teknis perlu dilakukan analisis. Dalam melaksanakan analisis kelayakan teknis ada 2 langkah yang harus dilakukan yaitu:

a). Identifikasi Analisis Teknis
Sebuah peluang usaha baru harus memiliki persyaratan teknis yang antara lain: daya tarik penampilan produk, produk mudah di modifikasi sesuai dengan perubahan teknologi, permintaan konsumen dan perkembangan pesaing, daya tahan dari bahan baku produk, mudah diproduksi, dan biaya rendah.

b). Uji Coba Produk atau Jasa
Setelah produk dianalisis secara teknis perlu dilakukan uji coba produk dalam rangka untuk memperoleh jaminan bahwa produk atau jasa tersebut dapat memenuhi permintaan konsumen.

3. Penilaian Peluang Pasar
Para wirausahawan yang akan membuka usaha baru selalu membutuhkan informasi tentang pasar, karena tujuan dari pemasaran adalah untuk memenuhi permintaan pelanggan. Oleh karena itu perlu adanya riset pasar untuk menemukan pasar yang menguntungkan, memilih produk yang dapat dijual, menerapkan teknikpemasaran yang lebih baik dan merencanakan sasaran yang realistik.

a). Analisa Potensi Pasar
Penentuan potensi pasar dari peluang usaha yang baru direncanakan hendaknya dimulai dengan pengumpulan data-data yang relevan mengenai potensipembeli, motivasi pembeliannya, kebiasaan pembeli, dan dampak perubahan dari karakteristik produk pada potensi pasar.

b). Identifikasi Pasar Potensial
Potensi pasar adalah ungkapan mengenai peluang penjualan maksimum untuk produk atau jasa tertentu selama periode waktu yang ditentukan, misalnya satu tahun.
Riset pasar dapat membuat keputusan pemasaran yang lebih baik. Riset pasar dapat membantu:
  • menemukan pasar yang menguntungkan
  • memilih produk yang dapat dijual
  • menentukan perubahan dalam perilaku konsumen
  • meningkatkan teknik pemasaran yang lebih baik 
  • merencanakan sasaran yang realistic

Tiga aspek utama bagi riset pasar adalah :

  1. Penelitian potensi pasar dan identifikasi pelanggan (pemakai) potensial
  2. Analisa seberapa besar perusahaan baru tersebut bisa memanfaatkan potensi pasar
  3. Penentuan peluang nyata pasar dan resiko-resiko melalui uji coba pasar
4. Analisa Kelayakan Finansial
Adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan. Kebutuhan finansial dan pengembalian (return) bisa sangat berbeda tergantung pada pemilihan elternatif yang ada bagi usaha baru. Ada tiga langkah dasar untuk pemilihan alternatif dalam analisis kelayakan finansial, yaitu.
a) Penentuan kebutuhan finansial total dengan danadana yang diperlukan untuk operasional. Kebutuhan finansial hendaknya diproyeksikan tiap bulan atau bahkan mingguan sekurang-kurangnya untuk operasi tahun pertama dari usaha baru. Selanjutnya diperlukan juga proyeksi kebutuhan keuangan untuk tiga sampai lima tahun.
b) Penentuan sumber daya finansial yang tersedia biayabiayanya yaitu berupa pencairan sumber dana dan biaya modal.
Langkah kedua dalam analisis kelayakan finansialini adalah proyeksi sumber daya finansial yang tersedia dan dana-dana yang akan dihasilkan dalam operasi perusahaan. Dalam menentukan sumber daya finansial potensial yang tersedia harus dibedakan sumber finansial jangka pendek, menengah, dan jangka panjang
Langkah-langkah dalam analisa kelayakan finansial :
  1. Analisa semua kewajiban finansial dan kebutuhan pengeluaran secara mendetail
  2. Proyeksi sumber daya finansial yang tersedia dan dana-dana yang akan dihasilkan dalam operasi perusahaan
  3. Penting untuk menentukan secara sistematis aliran masuk, aliran keluar operasional yang diantisipasi dan aliran kas netto untuk periode waktu tertentu
  4. Apakah ia akan menghasilkan pengembalian pada modal yang diinvestasikan yang memuaskan

5. Penilaian Kemampuan Organisasional
Setiap bisnis usaha membutuhkan orang-orang dengan berbagai jenis keterampilan dan bakat untuk bekerja sama mencapai tujuan organisional. Hal yang perlu diperhatikan adalah jenis keterampilan, jenis organisasi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam penerapan usaha baru yang efektif serta keterampilan dan bakat yang dibutuhkan jika usaha baru tersebut mulai berhasil dan tumbuh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam langkah ini, yaitu:
a) Penentuan kebutuhan personalia dan perencanaan struktur organisasi awal.
Langkah pertama dalam penentuan kebutuhan personalia adalah analisis kebutuhan tenaga kerja dan berbagai aktivitas yang perlu dilakukan. Langkah kedua adalah pengelompokkan aktivitas tersebut ke dalam seperangkat tugas yang bisa ditangani individu secara efektif. Langkah tiga adalah dari berbagai tugas dikategorikan untuk membentuk dasar dari struktur organisasi.
b) Perbandingan kebutuhan dan ketersediaan personalia.
Pada langkah ini perlu dilakukan membandingan personalia yang dibutuhkan dan orang-orang yang berkualitas yang tersedia bagi usaha baru. Apakah ketersediaan orang-orang yang berkualitas sudah memenuhi dari yang dibutuhkan.
Evaluasi kebutuhan personalia total dan keterampilan manajerial yang dibutuhkan adalah syarat analisa baru. Analisa ini mensyaratkan tiga pertanyaan berikut:
  1. Jenis ketrampilan dan bakat personalia yang bagaimana yang tersedia dan struktur organisasi apa yang ada?
  2. Jenis organisasi apa dan ketrampilan apa yang akhirnya dibutuhkan dalam penerapan usaha baru yang efektif?
  3. Keterampilan dan bakat apa yang akan dibutuhkan jika usaha baru tersebut mulai berhasil dan tumbuh?

6. Analisis Persaingan
Semua bisnis/usaha akan menghadapi persaingan baik persaingan langsung yaitu dari produk atau jasa yang identik dengan produk perusahaan itu pada pasar yang sama dan tekanan tidak langsung dari barang pengganti. Suatu pendekatan untuk menganalisis tekanan persaingan dipusatkan pada tiga hal yaitu:
  • Identifikasi pesaing besar potensial
  • Identifikasi berbagai strategi dan taktik yang digunakan pesaing
  • Identifikasi keuntungan persaingan tertentu dari usaha yang dilaksanakan

Analisa ini mengungkapkan apakah ventura baru yang direncanakan memberikan keuntungan persaingan yang memadai pada produknya sehingga mampu menghadapi tekanan persaingan dari  pesaing langsung maupun tidak langsung.



sumber:
ashur.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27036/kewirausahaan+sebelum+UTS.ppt

Senin, 10 April 2017

PEMBIAYAAN USAHA

1. MASALAH DALAM PENCARIAN MODAL USAHA
Setiap wirausahaan pasti memerlukan modal untuk membuat usahanya atau untuk mengembangkan usahanya tersebut. Tetapi dalam pencarian modal usaha pasti tidaklah mudah ada beberapa kendala atau masalah yang harus dihadapi seperti:
a. Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan, tingginya resiko dan keuntungan yang rendah menjadi kendala dalam penanam modal
b. Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis, kurang berpengalaman dan kurang memiliki kemampuan dalam pengelolaan usaha. Dengan kemampuan yang baik seorang wirausahaan bisa mengembangkan usaha dengan baik pula dan bisa menciptakan peluang usaha yang bagus.
c. Kegagalan perusahaan dalam menindak lanjuti, karena tidak kompetennya atau ketidakmampuan mengelola usaha merupakan factor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil
d. Kurangnya hubungan dengan sumber modal, keadaan seperti ini sulit bagi wirausahawan menemukan pemodal untuk usahanya


2. PEMBIAYAAN BISNIS
Seorang wirausahawan harus menentukan jumlah dana yang dibutuhkan untuk usahanya untuk meningkatkan  penjualan dan pertumbuhan.
Tahap pendanaan pengembangan bisnis meliputi :
A.  Pendanaan tahap awal, jumlahnya relatif kecil untuk :
1. proposal bisnis dan studi kelayakan finansial
2. pengembangan produk dan pemasaran awal operasional
B.  Pendanaan ekspansi
1. Modal kerja bagi pertumbuhan awal.
2. Perluasan perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang cepat pada titik pulang pokok
3. Biaya  untuk  persiapan  penawaran  saham oleh perusahaan kepada masyarakat.
C. Biaya akuisisi dan Leveraged Buyouts
1. Akuisisi  tradisional  memperoleh  kepemilikan  dan  pengendalian  atas perusahaan lain.
2. Leveraged buyouts : perusahaan mendapatkan kontrol atas perusahaan lain dengan membeli dari pemilik sekarang.
3. Privatisasi : beberapa pemilik membeli saham beredar.


3.  PENENTUAN HUBUNGAN FINANSIAL PERUSAHAAN
Dalam pencarian modal wirausahawan harus menentukan kebutuhan finansial dari perusahaan. Dimulai dengan perencanaan finansial yaitu: Perencanaan likuiditas perencanaan yang dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan, Perencanaan laba perencanaan yang dipusatkan pada laporan rugi laba perusahan. Kebutuhan kas untuk memulai usaha baru diperlukan beberapa pendekatan. Ada tiga pendekatan yaitu sebagai berikut:
1. Pendekatan pendapatan yang diperlukan, mengembankan jumlah modal yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah tertentu pendapatan pribadi tahunan.
2. Pendekatan  tingkat  sewa,  menentukan  jumlah  penjualan  untuk mendukung sewa, menentukan jumlah penjualan dan kemudian modal yang dibutuhkan untuk mendukung sewa yang dimaksud.
3. Pendekatan kas yang tersedia untuk menentukan pendapatan, dengan jumlah modal yang dimaksud agar tersedia untuk menentukan pendapatan yang mungkin dari penggunaan efisiensinya.
Berikut beberapa langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh perusahaan baru untuk memproyeksikan kebutuhan kas:
a. Membuat proyeksi rugi laba
b. Membuat neraca arcs kas
c. Membuat aliran (arius kas)
d. Membuat proyeksi neraca
e. Membuat ringkasan kebutuhan dan penggunaan kas.
f. Menentukan bagian dari kas total yang dibutuhkan


4. ANALISA PULANG POKOK
Analisa pulang pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi dan tidak untung).
A. Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok umumnya tercliri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatiln keputusan relatif terhadap tuiuh unsur pokok:
1. Biaya Tetap adalah pengeluaran yang dikeluarkan tanpa meiihat jumlah produk yang dihasilkan
2. Biaya variabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan
3. Biaya Total adalah jumlah total biaya tetap dari biaya variabel yang berkaitan dengan produksi
4. Pendapatan Total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk
5. Keuntungan adalah jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual
6. Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang mlebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut
7. Titik Pulang Pokok adalah pendapatan total sama dengan biaya totalnya, artinya perusahaan hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak untung tidak rugi.
Ada beberapa cara untuk penentuan anlisa pulang pokok yaitu bisa menggunakan analisa pulang pokok aljabar, analisa grafik dan lporan laba atau rugi.


5. MENCARI SUMBER PERMODALAN
Untuk sumber pembiayaan seorang wirausahawan mempunyai akses berasal dari pribadi, masyarakat maupun melalui kredit bank. Tapi pada umumnya sebagian besar usaha modalnya berasal dari uang pribadi pengusaha tersebut. Keluarga ataupun teman dekat juga bisa menjadi sumber modal usaha. Dapat dilihat juga dari preferensi  investor  setelah  melihat  tahap-tahap  perkembangan  perusahaan yaitu:
1. Tahap nol, biasanya pada tahap ini dana finansial sudah ditanamkan oleh wirausahawan.
2. Tahap 1 atau tahap pemula, dibiayai dengan modal awal.
3. Tahap 2 atau tahap awal pertumbuhan, perusahaan mengembanhkan barang modal dan mulai merencanakan pertumbuhan jangka panjang.
4. Tahap 3 atau tahap ekspensi, karena menguntungkan jumlah dana yang dibutuhkan jauh lebih besar dibanding dengan tahap awal. Pada tahap ini mungkin dilakukan go publik untuk mendapatkan dana tambahan.
5. Tahap 4 atau tahap mapan, wirausahawan dapat mendekati pemodal yang mempunyai preferensi.


6. PENILAIAN PERUSAHAAN
Penilaian perusahaan menjadi hal yang penting yang harus dilakukan oleh seorang wirausahaan. Ada beberapa factor yang menjadi pertimbangan penilaian perusahaan yaitu:
1. Sejarah dan sifat bisnis.
2. Kondisi perekonomian.
3. Nilai bersih dari saham dan kondisi finansial perusahaan.
4. Kemampuan menghasilkan pendapatan dimasa yang akan datang.
5. Kemampuan  membayar  deviden.  Hubungan  harta  tak  kentara  dari ventura.
6. Penilaian penjualan saham.
7. Harga pasar dari komoditas yang sama
Penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi padalaporan perusahaan antara lain:
1. Laporan rugi/laba yaitu gambaran suatu laporan keuangan yang mneggambarkan sutu perusahaan itu mengalami rugi atau untung.
2. Laporan neraca yaitu laporan keuangan yang menunjukkan keadaan keuangan secara  sistematis dari perusahaan.
3. Laporan perubahan modal adalah suatu laporan keuangan yang memberikan informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal.
4. Laporan arus kas menggambarkan adanya suatu penerimaan aliran kas masuk ke perusahaan.


KESIMPULAN
Pembiayaan usaha adalah suatu modal yang diperlukan untuk membangun usaha. Namun dalam hal mencari modal pasti ada masalah yang harus dihadapi seperti masalah kinerja, kemampuan wirausahaan dalam mengembnagkan usaha dan melihat peluang bisnis, serta kurangnya sumber modal. Sumber-sumber modalnya pun bisa berasal dari pribadi, masyarakat, ataupun bank. Jika modal sudah didapat seorang wirausahaan juga harus memperhatikan pembiayaan bisnis, karena hal itu penting untuk mengatur pembiayaan atau jumlah dana untuk perusahaan tersebut. Naik turun atau laba ruginya pendapatan itu sudah hal yang wajar dalam dunia bisnis namun tidak perlu menyerah dengan analisa pulang pokok yang merupakan teknik untuk menentukan banyaknya volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi tidak rugi tidak untung bisa mengatur kelebihan biaya yang membuat perusahaan rugi. Proses dan tahapan menjadi seorang wirausahaan memang tidak mudah tapi akan selalu ada cara jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh.


Sumber:

Senin, 06 Maret 2017

Trik Sukses Ala Pengusaha Muda

Siapa sih yang tidak mau sukses? Semua orang pasti ingin meraih kesuksesan. Sukses berawal dari mimpi, mimpi sederhana yang berubah menjadi kenyataan. Pengusaha-pengusaha muda ini contohnya yang mulai mengubah mimpinya dan menjadi sukses.

1.  Dea Valencia
Perempuan kelahiran Semarang, 14 Februari 1994 ini bernama lengkap Dea Valencia Budiarto atau akrab dipanggil Dea telah menjadi young technopreneurship di kalangan teman-teman seusianya. Perempuan cantik dengan umur yang terbilang masih sangat muda ini sudah mencapai omzet sebesar 200-250 juta perbulan dari penjualan batiknya via jejaring sosial Facebook. Saat kecil dea tidak pernah berpikir dapat membuat usaha seperti sekarang ini dari mulai hanya membantu ibunya menjual koleksi batik, saat itu dalam bentuk kain sambil berjualan sambil mempelajari. Sejak saat itulah Dea mulai jatuh cinta pada batik dan muncul ide untuk berjualan baju dari batik. Usaha batiknya adalah batik kultur, Dea mengawali penjualan batik pada saat kuliah di semester tiga. Awalnya penjualan melalui Facebook dan hanya 20 potong pakaian. Tapi sekarang penjualannya mampu mencapai 600 potong per bulan. Dalam bisnisnya ini Dea juga mempekerjakan orang-orang yang difabel untuk membnatunya memproduksi batik kultur.

2.  Dian Pelangi 
Dian Wahyu Utami atau sering dipanggil Dian Pelangi lahir di Palembang, 14 Januari 1991 merupakan seorang pengusaha Indonesia yang juga merupakan pendiri busana Dian Pelangi Fashion. Dikenal sebagai desainer yang multitalenta, Dian membawa busana muslim di Indonesia dikenal sampai ke mancanegara. Dian terinspirasi akan pelangi yang begitu kaya warna dan selalu berusaha menggali kekayaan budaya Indonesia, mulai dari tie dye yang cerah, songket yang indah, sampai batik yang mewah. Dian juga termasuk dalam anggota Pengusaha Mode (APPMI) termuda ini menjadi designer di Gallery Dian Pelangi sejak tahun 2008. Seorang designer yang mampu menunjukkan pada dunia bahwa busana muslim dapat menjadi icon fashion yang mendunia. Karyanya sudah dipamerkan dibeberapa kota di Dunia seperti Kuala Lumpur, Singapura, Kairo, Pakistan, Amman, Praha, Budapest, London, Melbourne, Thailand dan beberapa kota besar di Indonesia.

3.  Reza Nurhilman
Reza Nurhilman atau sering dipanggil Axl ini memulai bisnis usahanya pada umur 21 tahun. Pada tahun 2010, Reza Nurhilman memulai kerjasama dengan produsen keripik pedas di kota Cimahi. Kegiatan produksi keripik pedas yang memiliki beberapa level kepedasan dan baso goreng (basreng) secara komersial sebagai industri rumah tangga. Pada awal tahun 2011, industri rumah tangga ini diresmikan secara resmi dengan nama CV. 29 Synergi. Reza Nurhilman mulai memasarkan secara Word-of-Mouth dan lewat jejaring sosial Twitter lewat akun pribadinya dengan penggunaan hashtag #maicih. Kesuksesan Reza di bidang keripik pedas mulai dirintis ketika ia diajak oleh seorang temannya ke salah satu daerah di Cimahi untuk mencicipi keripik lada pedas buatan seorang nenek. Reza kemudian berinisiatif menanyakan resep keripik tersebut dan berjualan keripik tersebut dengan resep yang sama. Hanya dengan modal Rp 15 juta rupiah, Reza mulai memproduksi keripik yang diberi nama Maicih sebanyak 50 bungkus/hari. Setelah usaha keripik pedas ini dikenal masyarakat luas. Reza akhirnya menambah tingkat kepedasan hingga level 10 dengan kapasitas produksi lebih dari 2000 bungkus/hari. Pemasaran yang meliputi beberapa wilayah oleh beberapa jenderal (sebutan bagi reseller Maicih) membuat pria asal Bandung tersebut mampu meraih omset hingga Rp900 juta/bulan dengan estimasi pendapatan sekitar Rp30 juta/hari.

Dari kisah para pengusaha muda sukses diatas kita bisa terinspirasi dari mereka untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka dengan beberapa trik berikut:
1.  Memiliki mimpi
2.  Selalu jalin kerja sama yang baik dalam sebuah usaha
3.  Kreatifitas, totalitas dan loyalitas
4.  Bekerja keras, rajin, dan tidak pernah putus asa
5. Manfaatkan internet sebagai alat berbisnis
6.  Rela kehilangan masa muda
7.  Berani mencoba hal-hal baru dan menghadapi resiko
8.  Fokus terhadap bisnis yang dikerjakan akan bisnis tersebut bisa terus berkembang





sources: