Senin, 12 Juni 2017

Menghitung Resiko Menjalankan Usaha

Dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis sangatlah penting bagi seorang wirausaha untuk memikirkan segala resiko yang akan terjadi terhadap usahanya. Agar usaha atau bisnisnya berjalan lancar dan sukses segala resiko tersebut harus dianalisa untuk kemudian disusun strategi yang tepat dalam menjalankan usahanya.

Tujuan dan manfaat analisis data bagi seorang wirausaha dalam menjalankan sebuah usaha sebagai berikut:
a. Memperoleh data yang lebih akurat untuk diberikan kepada bagian yang membutuhkan, seperti keuangan, produksi, dan pemasaran.
b. Mengetahui suatu kecenderungan (trend) di masa datang.
c. Meminimalkan risiko kegagalan dari sebuah keputusan strategis yang akan diambil.
d. Mengetahui kondisi dan kinerja usahanya.
e. Mengetahui kecenderungan permintaan pasar terhadap produknya dengan riset dan survei lapangan.

Melakukan analisa data dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu:
1. Analisa Data dengan  Pendekatan Matematika
2. Analisa Data dengan Pendekatan Statistik


1. Melakukan Analisis Aspek

A. Aspek Keuangan
Yang termasuk analisis resiko keuangan adalah:  
  •  Adanya biaya produksi yang berlebihan
  • Adanya biaya-biaya peusahaan yang berlebihan
  • Adanya hutang yang besar
  • Adanya suku bunga valuta aisng dan resiko komoditas 
B. Aspek Potensi Pasar
Analisis aspek potensi pasar:
  • Resiko kegiatan inovasi produk
  • Resiko perusahaan melakukan kampanye pemasaran secara agresif
  • Resiko system distribusi barang
  • Resiko adanya persaingan produk barang dipasarkan
  •  Resiko dampak dari kapasitas produksi

C. Aspek Produk
Analisis aspek produksi:
  • Resiko terhadap daya saing produk yang sejenis
  •  Resiko ketinggalan teknologi
  • Resiko produk karena adanya pemasok tidak mentaati komitmen yang mereka buat

D. Aspek Pelanggan
Analisis terhadap aspek pelanggan adalah:
  • Menganalisis sikap pelanggan
  • Adanya pengembalian produk
  •  Menganalisis jumlah penjualan barang kepada pelanggan
  •  Memelihara komunikasi dengan pelanggan 

E. Aspek Pesaing
Analisis yang dapat dilakukan pada aspek pesaing adalah:
  • Kualitas produk pesaing
  •  Pelayanan terhadap konsumen
  • Harga yang disukai konsumen 

F. Aspek Bahan Baku/Bahan Produksi

Analisis terhadap aspek bahan baku:
  • Tersedianya bahan baku produksi secara continue
  • Sifat bahan baku produksi
  •  Kemudahan mendapatkan bahan baku
  • Pengadaan tenaga kerja dalam hubungannya dengan bahan baku



2. Adanya Analisa Data

Data yaitu fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang sangat berguna sebagai dasar yang relative objektif guna menyusun kebijaksanaan dan keputusan pelaku usaha. Analisa merupakan sebuah kegiatan untuk membandingkan dua hal atau variabel sehingga diketahui selisih atau rasionya guna mendapatkan sebuah kesimpulan.

Bentuk analisa data:
a. Analisis Kuantitatif
Analisis yang menggunakan model matematis, statistika, dan ekonometrik.
b. Analisis Kualitatif
Analisis data yang dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya seperti pada pengecekan datanya.

Jenis data dalam pengambilan keputusan

Jenis data yang dibutuhkan wirausaha untuk dianalisis adalah sebagai berikut:

1. Data produk yang tidak lolos uji kualitas (defect product).Data ini dibutuhkan untuk mengetahui seberapa pasar persentase produk gagal dari total produk yang diproduksi.
2. Data piutang yang tidak terbayar oleh pelanggan atau kredit macet yang pembayaranya melebihi syarat pembayaran (trem of payment)yang telah ditentukan.
3. Data yang mengenai tingkat permintaan kebutuhan produk,baik yang ada dipasar,ataupun yang belum ada dipasar. Data ini dibutuhkan dalam rangka peluncuran produk baru .
4. Tingkat kepuasan pelanggan akan suatu produk dan tingkat keluhan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan.
5. Jumlah penjualan yang akan dijadikan prediksi penjualan yang akan datang (sales forecast),berdasarkan data penjualan tahun ini dan data penjualan periode sebelumnya.Catatan dari laporan keuangan seperti laporan laba rugi ,neraca dan laporan arus kas (cashflow)
6. Data tentang informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan investasi seperti anilisis pulang pokok (break even analysis),dan tingkat pengembalian investasi (pay back period)


Sumber yang dapat diambil datanya untuk dianalis dan dihitung kecenderungannya dan dimanfaatkan oleh wirausaha adalah sebagai berikut:

1. Sumber data langsung dari lapangan melalui riset dan survei .
2. Sumber data yang berasal dari media massa,seperti koran,majlah,dan tabloid
3. Sumber data yang berasal dari pemerintah seperti badan pusat statistik(BPS) Dan Bappenas
4. Sumber dari data internet perusahaan.



Kesimpulan

Bahwa untuk memulai usaha dan menjalankan usaha pastilah melewati banyak tantangan dan resiko yang harus dihadapi. Beberapa resiko dalam bidang usaha seperti dalam hal keuangan, potensi pasar, produk, pelanggan, pesaing, dan bahan baku produksi. Itu semua resiko yang mungkin harus dihadapi oleh seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya, namun dibalik masalah pasti ada solusi. Dengan melakukan analisis terhadap semua aspek resiko tersebut bisa membantu dalam menjalankan usaha agar tetap berjalan lancar dan berhasil. Melakukan analisis data pun juga sangatlah penting dengan pengumpulan data sangat berguna sebagai dasar yang relative objektif guna menyusun kebijaksanaan dan keputusan pelaku usaha, mengetahui jenis data yang dibutuhkan dan mencari tahu sumber yang dapat diambil datanya untuk dianalisis. Seorang wirausahaan juga harus selalu menanam kepercayaan diri, kreatifitas dan inovasi, serta realistis dalam menjalankan usahanya.




Source:



Makalah Usaha

TUGAS KEWIRAUSAHAAN
MAKALAH USAHA KERIPIK PISANG AHAY


A. Latar belakang
Indonesia merupakan negara agraris, tanah yang subur dengan hamparannya yang hijau. Hal tersebut sangat mendukung Indonesia untuk meningkatkan hasil produksi hasil pertanian. Namun hasil produksi bisa berkwalitas rendah karena adanya pengarus krisis perekonomian yang menurun. Maka untuk menjaga agar kualitas dan komoditas hasil pertanian (pisang) tetap tinggi maka perlu adanya pengolahan pemanfaatan hasil yang lebih luas dan kaya akan ide-ide atau gagasan baru salah satunya yaitu dengan mengolahnya menjadi produk kripik pisang yang berkualitas.
Dengan melihat perkembangan zaman yang semakin maju sekarang ini kebutuhan manusia akan gizi semakin meningkat setiap manusia membutuhkan makanan yang bergizi untuk menjamin kesehatannya. Kesempatan bagi kita untuk membuat usaha makanan kecil (ringan) dengan banyak orang yang suka makanan-makanan kecil, maka kami yakin usaha kami akan berhasil dan menguntungkan.


B. Manfaat Pembuatan Makalah
Pembuatan makalah ini memberikan manfaat yaitu:
a. Mengembangkan kreatifitas di dunia usaha
b. Mengurangi tingkat pengangguran
c. Dapat untuk mendeteksi asumsi-asumsi secara cermat dan besarnya tingkat keberhasilan wirausaha


C. Tujuan Pembuatan Makalah
Dalam makalah usaha ini bertujuan untuk:
a. Mengembangkan usaha kecil
b. Membuka lapangan kerja
c. Memanfaatkan hasil alam
d. Mengembangkan kreatifitas usaha


D. Jenis Usaha
Produk Keripik Pisang
Keripik pisang merupakan salah satu produk makanan ringan yang banyak digemari konsumen. Rasanya yang renyah dan murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai anda bersama rekan dan keluarga.
Seiring dengan banyaknya penjualan keripik pisang, maka kami membuat keripik pisang mulai diinovasikan dengan berbagai varian rasa. Tak hanya rasa manis dan asin saja yang ditawarkan, camilan keripik pisang juga ada berbagai varian rasa :
- keripik pisang rasa balado
- barbeque
- green tea
- keju
- jagung bakar
- stroberi
- Keripik pisang rasa coklat
Sejatinya, produk keripik pisang bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan menambahkan sedikit inovasi, kini keripik tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah satu peluang bisnis menarik yang menjanjikan untung yang besar.


E. Target Pemasaran
Konsumen
Mengingat buah pisang memiliki kandungan gizi yang sangat baik, banyak orang yang menggemari aneka produk olahan pisang. Salah satunya saja seperti camilan keripik pisang yang bisa dinikmati semua kalangan masyarakat, baik dari kalangan masyarakat menengah ke bawah maupun konsumen menengah ke atas yang ingin menikmati sensasi makanan ringan bercitarasa lezat namun juga tetap kaya manfaat. Bahkan dalam memasarkan produk camilan keripik pisang, Anda bisa membidik konsumen dari mulai anak kecil, kalangan remaja, hingga orang dewasa, karena produk camilan tersebut bisa dikonsumsi segala usia.

Lokasi
Untuk lokasi penjualan produk makanan ini  yang cepat laku adalah pada tempat ramai seperti pasar, sekolah, kampus, kantor, itu adalah tempat yang paling strategis untuk mempromosikan produk kami.

Cara pemasaran
Berikut ini adalah beberapa cara pemasaran yang akan kami lakukan :
1. Pertama adalah lewat brosur, cara ini cukup efektif untuk memperkenalkan makanan yang kami jual, biasanya makanan sampai di konsumen melalui pesan antar atau sering disebut delivery.
2. Melakukan penjualan langsung, cara ini lumayan efektif karena langsung bertemu dengan pembelinya dan bisa langsung promosikan makanan yang di jual.
3. Melalui internet, dengan kemajuan teknologi saat ini dan pengguanan internet yang terjadi dimasyarakat cara ini efektif untuk memberikan informasi yang lebih kepada orang karena saat ini orang banyak membuka internet seperti instagram, facebook, twitter, yahoo, google dan lain - lain.

Perkiraan biaya dan harga
Pisang 5 Tandan                                   = Rp. 30.000 X 5 =Rp. 150.000
Minyak Goreng 5 Liter                         = Rp. 20.000 X 5 = Rp. 100.000
Gula 5 Kg                                            = Rp. 13.000 X 5 = Rp. 65.000
Garam 2 Kg                                         = Rp. 7000 X 2 = Rp. 14.000
Sari Buah Stroberi 5 Kg                       = Rp. 35.000 X 5 = Rp. 175.000
Bumbu Rasa Jagung Bakar 5 Kg          = Rp. 35.000 X 5 = Rp. 175.000
Cokelat 5 Kg                                       = Rp. 35.000 X 5 = Rp. 175.000
Bumbu Rasa Barbeque 5 Kg                = Rp. 35.000 X 5= Rp. 175.000
Bumbu Rasa Balado 5 Kg                    = Rp. 35.000 X 5 = Rp. 175.000
Keju 5 Kg                                            = Rp. 37.000 X 5  = Rp. 185.000
Bumbu Rasa Greentea 5 Kg                 = Rp. 25.000 X 5= Rp. 125.000
Pembungkus 10                                    = Rp. 15.000 X 10= Rp. 150.000
Gas 2                                                   = Rp. 100.000 x 2= Rp. 200.000

                                              TOTAL = Rp. 1.864.000

Untuk keripik pisang original dibandrol dengan harga Rp. 5000/bungkus, sedangkan untuk keripik pisang varian rasa dibandrol dengan harga Rp. 9000/bungkus.


F. Analisa SWOT
1. FAKTOR KEKUATAN (STRENGTH)
v Menyediakan produk berkualitas
v Memenui kebutuhan gizi
v Harga terjangkau oleh kalangan masyarakat
v  Dapat menjadi salah satu alternatif makanan ringan yang praktis, dan hemat.
v Bebas bahan pengawet
v Menghadirkan varian rasa yang enak,gurih,manis,pedas& renyah

2. FAKTOR KELEMAHAN (WEAKNESS)
v Banyak pesaing bisnis serupa
v Semakin sulit mendapatkan sumber bahan baku pisang yang berkualitas
v Belum memiliki brand

3.  FAKTOR KESEMPATAN (OPPORTUNITY)
v Kondisi masyarakat yang semakin konsumtif sehingga mempermudah untuk memasarkan produk.
v Dapat dipasarkan dimana saja
v Permintaan pasar yang semakin meningkat
v Bahan baku mudah didapat

4. FAKTOR ANCAMAN (THREATS)
v Jumlah kompetitor yang terus meningkat
v Munculnya variasi makanan modern yang lebih unggul
v Kenaikan harga bahan baku karena jumlahnya semakin terbatas
v Perubahan iklim pengaruhi kualitas pisang


Sabtu, 03 Juni 2017

Waralaba/Franchising dan Pemasaran Langsung

1. Waralaba
Franchise alias waralaba merupakan peluang bagi wiraswastawan untuk masuk dalam usaha dengan memanfaatkan pengalaman, pengetahuan, dan dukungan dari pemberi franchise. Sering wiraswastawan memulai usaha baru, kecil kemungkinannya usahanya akan berhasil. Dengan franchise, wiraswastawan akan dilatih dan didukung dalam pemasaran usaha dan akan menggunakan nama yang telah mempunyai citra yang mapan. Orang yang menghadapi situasi yang mendesak untuk memiliki usahanya sendiri mungkin akan merasa bahwa franchise adalah pemecahan yang paling mudah. Akan tetapi terdapat beberapa resiko penting pada hal tersebut di atas. Orang yang menawarkan waralaba disebut franchisor, sedangkan orang yang membeli waralaba dan diberikan kesempatan untuk masuk dalam usaha baru dengan peluang besar untuk berhasil disebut franchisee.

2. Resiko Investasi Dalam Usaha Waralaba
Usaha franchising melibatkan banyak resiko yang harus diketahui oleh para wiraswastawan sebelum mereka mempertimbangkan investasi demikian. Kita mendengar McDonald, Kentucky Fried Chiken, namun setiap ada yang berhasil tentu ada yang gagal. Usaha franchising membutuhkan kerja keras dan tidak cocok untuk orang pasif. Usaha ini membutuhkan kerja keras karena keputusan usaha seperti penarikan tenaga kerja, penjadwalan, pembelian dan akuntasi tetap menjadi tanggung jawab franchise.

Langkah-langkah yang bisa diambil untuk menurunkan atau meminimalisasi resiko investasi dalam franchising:
1. Melakukan evaluasi diri. Wiraswastawan hendaknya melakukan evaluasi sendiri untuk meyakinkan bahwa memasuki usaha franchising adalah tepat bagi dirinya.
2. Meneliti franchise. Tidak setiap usaha franchise tepat untuk anda. Wiraswastawan harus mengevaluasi usaha franchise untuk memutuskan mana yang paling tepat. Sejumlah faktor yang harus dinilai sebelum membuat keputusan akhir adalah :
a. Usaha franchise yang mapan dan belum mapan.
b. Stabilitas finansial dari usaha franchise.
c. Pasar potensial bagi usaha franchise.
d. Keuntungan potensial bagi franchise baru.


3. Persetujuan Franchise (Waralaba)
Kontrak atau persetujuan franchise adalah tahap akhir untuk menjadi pemakai franchise. Pada tahap ini pengacara yang berpengalaman dalam franchise akan sangat diperlukan. Persetujuan ini berisi semua persyaratan spesifik dan kewajiban dari pemakai franchise.  Persyaratan yang bisa dipakai seperti panjang kontrak, finansial untuk menentukan harga, pembayaran royalty. Hal-hal seperti eksklusivitas daerah pemasaran akan melindungi pemakai franchise yang memiliki franchise sama. Pemutusan perjanjian finansial hendaknya menunjukkan syarat-syarat apa yang akan terjadi jika usaha dari pemakai franchise mengalami kebangkrutan. Masalah pemutusan perjanjian waralaba sering menyeret ke pengadilan sehingga persyaratan perlu lebih ketat.


4. Pemasaran Langsung
Terdapat perhatian yang semakin meningkat dalam usaha baru yang melibatkan pemasaran langsung. Ia memberi peluang yang menguntungkan dibanding tipe pemula lainnya karena wiraswastawan biasanya menanggung resiko modal awal kecil dan bisa mendapatkan manfaat dari usaha pemasarannya pada pelanggan tertentu yang bisa dijangkau melalui teknik pemasaran langsung. Karena pemasaran langsung adalah pendekatan kewiraswastaan khusus dan karena ia menawarkan beberapa keuntungan yang sama seperti franchise. Pemasaran langsung bisa dinamakan pengiriman pos langsung, pengiriman pesanan melalui pos, dan tanggapan langsung. Semuanya termasuk kategori pemasaran langsung karena semuanya melibatkan "aktivitas total" di mana penjualan mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos, atau kunjungan pribadi dari calon pelanggan.


5. Keuntungan Dari Pemasaran Langsung
Keuntungan utama dari pemasaran langsung adalah :
a. Kemudahan untuk masuk dalam usaha dan kebutuhan modal yang kecil. Setiap orang bisa masuk dalam usaha pemasaran langsung tanpa ijin usaha yang rumit dan persyaratan keterampilan dan pendidikan yang perlu. Tidak diperlukan fasilitas besar, toko, atau jumlah karyawan yang besar untuk masuk dalam usaha pemasaran langsung. Modal yang diperlukan biasanya digunakan untuk pencetakan, pengeposan, dan daftar-daftar lainnya. Semuanya ini bisa dilakukan sebagai usaha paro waktu hingga usaha ini mendatangkan aliran kas yang bisa mendukung usaha penuh. Hal ini berbeda dengan usaha baru lainnya yang membutuhkan kerja keras dan perhatian penuh dari wiraswastawan.
b. Memungkinkan wiraswastawan untuk masuk ke pasar dengan cepat. Produk dan jasa bisa diuji untuk menentukan minat pelanggan dengan biaya minimum. Jika produk atau jasa tertentu berhasil, penawaran bisa dengan mudah diperluas untuk memenuhi permintaan potensial terhadap produk tertentu tersebut.


6. Teknik Alternatif Pemasaran Langsung
Sejumlah strategi alternatif bisa digunakan oleh wiraswastawan pada usaha-usaha pemula:
1. Periklanan terklasifikasi (classified advertising).
2. Periklanan display (display ads), memilih kolom khusus pada majalah atau surat kabar
3. Kiriman pos langsung kepada calon pelanggan
4. Dengan katalog penjualan (biaya relatif tinggi)
5. Pemasaran tanggapan langsung media seperti radio, tv, telepon, internet


7. Multi Level Marketing
Secara umum Multi Level Marketing adalah suatu metode bisnis alternative yang berhubungan dengan pemasaran dan distribusi yang dilakukan melalui banyak level (tingkatan), yang biasa dikenal dengan istilah up line (tingkat atas) dan down line (tingkat bawah). Inti dari bisnis MLM ini digerakkan dengan jaringan ini, baik yang bersifat vertical maupun horizontal ataupun gabungan dari keduanya. Dalam Multi Level Marketing terdapat unsur jasa, hal ini dapat dilihat dengan adanya seorang distributor yang menjualkan barang yang bukan miliknya dan ia mendapatkan upah dari persentase harga barang. Selain itu jika ia dapat menjual barang tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan maka ia mendapatkan bonus yang ditetapkan perusahaan. Secara realitas kini perusahaan berbasis Multi Level Marketing, sudah banyak tumbuh di dalam dan luar negeri. Dari sudut system MLM itu sendiri, pada dasarnya MLM adalah bentuk usaha atau jasa yang dijalankan berdasarkan aturan yang multi. Dalam Multi Level Marketing, passive incame yaitu mendapat bonus secara pasif tanpa melakukan pembinaan, perekrutan, dan penjualan barang atau jasa karena hal itu sama dengan money game dan penghasilan yang didapatkan tanpa harus bekerja lagi.

Secara umum, cara kerja dalam bisnis MLM adalah sebagai berikut:
a. Setiap orang akan mendapat keuntungan dari aktifitas jual beli yang dilakukannya. Jika dia ingin mendapatkan bonus yang lebih besar,maka dia bisa membangun organisasi yang lebih besar pula.

b. Mereka yang ada di bawah, tetapi bisa membangun organisasi yang lebih besar daripada yang megajaknya, maka yang bersangkutan memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada orang yang mengajaknya.

c. Jika pada periode tertentu seorang mitra tidak melakukan pembelian produk, maka dia tidak akan mendapatkan keuntungan walaupun jalur dibawahnya menghasilkan omset yang tidak terhingga.

d. Setiap orang yang bergabung dengan bisnis MLM dan ingin mendapatkan bonus yang lebih besar, maka dia harus berperan sebagai seller atau end-user dengan membeli sejumlah produk yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bonus dan dia juga harus mensponsori orang lain agar terbentuk organisasi bisnis yang bisa menghasilkan omset.


Kesimpulan

Waralaba adalah peluang bagi wiraswastawan untuk masuk dalam usaha dengan memanfaatkan pengalaman, pengetahuan, dan dukungan dari pemberi franchise. bagi wiraswastawan yang memulai usaha baru banyak kemungkinan usahanya tidak berhasil, oleh karena itu dengan adanya waralaba seorang wiraswastaan akan dilatih dan didukung dalam melakukan pemasaran usahanya. Dalam melakukan waralaba juga tentunya memiliki beberapa resiko didalamnya namun ada berbagai cara untuk mengatasinya seperti dengan wiraswastaan harus melakukan evaluasi diri dan meneliti franchise apakah tepat untuk usaha tersebut atau tidak. Sebuah waralaba juga memerlukan persetujuan agar semua kerjasama yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan masah yang dihadapi bisa diselesaikan secara hukum. Selain waralaba dalam sebuah usaha kita juga harus melakukan pemasaran langsung karena pemasaran langsung adalah pendekatan kewiraswastaan khusus dan karena ia menawarkan beberapa keuntungan yang sama seperti franchise.




Source:
 

Minggu, 30 April 2017

Sumber Daya Manusia Bagi Organisasi Kewiraswastaan

Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan, sedangkan dalam hubungannya dengan kewirausahaan SDM merupakan individu-individu dalam organisasi yang dapat memberikan kontribusi atau sumbangan yang berharga berupa produktivitas dari posisi yang mereka pegang untuk mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan. Tugas penyediaan sumber daya manusia yang semestinya adalah sangat penting bagi wiraswastawan. Produktivitas pada semua organisasi kewiraswastaan ditentukan oleh bagaimana sumber daya manusia berinteraksi dan bergabung untuk menggunakan sumber daya system manajemen. Faktor-faktor seperti latar belakang, umur, pengalaman yang berhubungan dengan jabatan, dan tingkat pendidikan formal kesemuanya mempunyai peranan di dalam menentukan tingkat ketepatan posisi individu-individu pada organisasi kewiraswastaan.


1. Langkah-Langkah Penyediaan Sumber Daya Manusia

Empat langkah di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi kewiraswastaan adalah:

1. Penarikan tenaga kerja (Recruitment)
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong. Agar efektif wirausahaan harus mengetahui jabatan yang akan diisi oleh calon karyawan, dimana sumber daya manusia potensial bisa diperoleh, bagaimana hukum mempengaruhi usaha perekrutan.
2. Seleksi
Penarikan tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya untuk memperkecil hingga jumlah yang relative sedikit calon karyawan darimana seseorang akhirnya akan disewa.
3. Pelatihan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4. Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.


2. Sumber Dari SDM

Ada dua sumber SDM yaitu sebagai berikut:

1. Sumber dari luar organisasi

a. Para pesaing
Satu sumber eksternal sumber daya manusia yang umumnya terbuka adalah organisasi kewiraswastaan pesaing. Karena terdapat beberapa keuntungan membajak sumber daya manusia dari pesaing, tipe pembajakan ini telah menjadi praktek yang umum. Diantara keuntungan-keuntungannya adalah: (1) pesaing akan harus membayar pelatihan individu sampai saat penyewaan, (2) organisasi kewiraswastaan pesaing mungkin akan agak diperlemah dengan kehilangan individu, dan (3) sekali disewa, individu menjadi sumber informasi yang berharga mengenai bagaimana cara terbaik bersaing dengan bekas organisasinya.

b. Badan/agen penempatan kerja
Suatu agen penempatan kerja adalah suatu organisasi yang mengkhususkan diri di dalam menyesuaikan individu dengan organisasi. Agen-agen tersebut membantu orang-orang untuk menemukan pekerjaan dan organisasi yang memerlukan tenaga kerja.

c. Lembaga pendidikan, beberapa wiraswastawan pergi secara langsung ke perguruan tinggi untuk mewawancarai mahasiswa-mahasiswa yang mendekati kelulusan. Sekolah bisnis, sekolah teknik, sekolah seni, dan lain-lain mempunyai sumber daya manusia yang agak berbeda untuk ditawarkan. Usaha penarikan tenaga kerja hendaknya dipusatkan pada sekolah-sekolah dengan kemungkinan tertinggi untuk menyediakan sumber daya manusia semestinya bagi posisi lowong.

2. Sumber dari dalam organisasi 

a. Karier
Karir pekerjaan dari seorang karyawannya yang begitu meningkat, memungkinkan karyawan tersebut akan mengisi posisi yang kosong.

b. Promosi jabatan, promosi dari dalam biasanya mempunyai keuntungan (1) membangun moral, (2) mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras dengan harapan akan mendapatkan promosi, dan (3) membuat individu cendrung tinggal dengan organisasi kewiraswastaan tertentu karena kemungkinan promosi di masa depan.

c. Rotasi jabatan
Rotasi jabatan bisa dilakukan apabila itu diperlukan untuk kepentingan perusahaan.


3. Teknik Pengembangan Keterampilan

Pengembangan adalah setiap usaha untuk memperbaiki pekerjaan yang sekarang
maupun yang akan datang, dengan memeberikan informasi, mempengaruhi sikap atau
menambah kecakapan.

Langkah-langkah Pelaksanaan Pelatihan atau Pengembangan
1. Menganalisis kebutuhan pelatihan organisasi, yang sering disebut need assessment.
2. Menentukan sasaran dan materi program pelatihan.
3. Menentukan metode pelatihan dan prinsip-prinsip belajar yang digunakan.
4. Mengevaluasi program.

Teknik pengembangan ketrampilan dalam program pelatihan bisa dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Teknik dalam jabatan, biasayan adalah tercantum dalam pelatihan dalam jabatan (on the job training).
2. Teknik ruang kelas, teknik tertentu yang ditujukan pada pengembangan ketrampilan dalam ruang kelas termasuk berbagai tipe permainan manajemen dan suatu macam aktifitas permainan peranan.


4. Memahami Motivasi

Motivasi (sikap dan perilaku) semangat kewirausahaan perlu dipupuk. Akan tetapi upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan ternyata tidak mudah. Bagi sebagian orang, motivasi kewirausahaan merupakan ‘hadiah (given) dan bagi sebagian orang lainnya perlu ‘perjuangan’ untuk menumbuhkan. Oleh karena itu, pengenalan motif kewirausahaan mungkin dapat menjadi
salah satu titik awal untuk membakitkan semangat kewirausahaan. Motif tersebut antara
lain:
a. Motif berprestasi (the need for achievement): mendorong individu berprestasi dengan patokan prestasi dirinya sendiri atau orang lain. Satu motif untuk berwirausaha yang penting.
b. Motif berafiliasi (the need for affiliation): mendorong individu untuk berinteraksi dengan orang lain yang mengandung kepercayaan, afeksi dan empati.pati. .
c. Motif berkuasa (the need for power): mendorong individu untuk menguasai dan memanipulasi orang lain.

Meskipun motivasi kewirausahaan yang dimiliki individu cukup tinggi, motivasi kewirausahaan harus tetap dijaga, karena penurunan motivasi dapat menjadi salah satu faktor kegagalan berwirausaha. Penurunan motivasi berwirausaha juga dapat terjadi ketika individu mengalami kegagalan untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa individu tersebut tidak siap secara mental menjadi wirausaha yang tangguh. Berikut ini adalah beberapa kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh wirausaha pemula:

1. Kemampuan untuk mengembangkan fokus yang jelas.
Anda harus tahu betul apa yang membuat usaha Anda berbeda dari para pesaing. Kembangkan sebuah visi dan laksanakan, jangan beralih dari satu ide ke ide yang lain. Banyak pengusahagagal karena mereka merasa bahwa ide baru yang mereka temukan lebih menarik daripada yang mereka jalankan sekarang.

2. Harapan yang realistis.
Jika Anda melakukan diet dan berharap bisa menurunkan berat badan lima kilo perminggu, Anda pasti akan kecewa dan menyerah. Jika tujuan Anda lebih realistis, kemungkinan besar Anda akan tetap berpegang padanya dan berhasil. Sangat jarang ada orang yang “kaya mendadak”.

3. Kemauan untuk membuat rencana.
Para pengusaha paling sukses adalah orang-orang yang memiliki tujuan dan rencana yang jelas untuk meraihnya. Mereka mempelajari pasar, persaingan, dan mekanismenya, serta bersedia mempelajari sungguh-sungguh semua kendala yang mungkin akan dihadapi.

4. Fleksibilitas dan adaptabilitas.
Selain membutuhkan rencana dan fokus yang jelas, Anda juga perlu memiliki fleksibilitas dalam menanggapi perubahan situasi. Dalam bisnis, dan juga hidup, segalanya berubah, dan masalah pasti ada.

5. Kemampuan untuk mengatasi kekhawatiran karena harus menjual.
Dalam artian tertentu, semua pengusaha adalah penjual. Anda tidak boleh takut berhadapan dengan konsumen, memotivasi pegawai, dan menjalin hubungan baik dengan pemasok. Anda tidak harus punya keahlian tersebut saat memulai usaha, tetapi Anda harus mempelajarinya agar usaha Anda tetap berjalan.

6. Bersedia bekerja keras.
Tidak ada jalan pintas disini; menjalankan usaha berarti bekerja keras sepanjang waktu.

7. Tujuan pribadi yang jelas.
Kita semua punya keinginan yang berbeda-beda. Kita ingin punya banyak uang dan sekaligus sudah berada di rumah saat anak-anak pulang sekolah. Kita ingin mengontrol semua kegiatan tetapi produk dan jasa yang kita hasilkan sangat beragam. Tujuan-tujuan tersebut jelas saling bertentangan satu sama lain. Untuk mencapai keberhasilan, Anda harus fokus pada apa yang benar-benar penting bagi Anda dan apa yang dapat Anda capai.

8. Pengalaman.
Anda tidak perlu berpengalaman sebagai manajer sebuah perusahaan mobil untuk memulai bisnis mobil bekas, tetapi Anda harus punya pengalaman dalam bidang terkait atau pengalaman dalam menerapkan kemampuan yang Anda miliki sebagai manajer, sebelum mengawali suatu usaha.


5. Bentuk –Bentuk Komunikasi

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam konunikasi. Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi tidak dapat berjalan baik.

Dalam dunia kerja, komunikasi merupakan satu hal yang paling penting dan menjadi bagian dari tuntutan profesi (keahlian). Kadang-kadang penyebab rusaknya hubungan antar 
individu dalam suatu organisasi, misalnya antara manajer atau supervisor dengan karyawan atau di antara karyawan itu sendiri adalah terjadinya miskomunikasi. Untuk berkomunikasi dengan baik dibutuhkan tidak hanya bakat, tetapi terutama kemauan melakukan proses belajar yang kontinu. Keterampilan berkomunikasi yang baik meliputi kemampuan dasar untuk mengirim dan menguraikan pesan secara akurat dan efektif untuk memperlancar pertemuan, untuk memahami cara terbaik dalam penyebaran informasi dalam sebuah organisasi, serta memahami makna simbolis tindakan-tindakan seseorang sebagai manajer. Komunikasi adalah suatu pertukaran sebuah konsep yang sederhana, tetapi vital. Walaupun demikian, terlalu sering kita melakukan pendekatan dengan suatu pertukaran tanpa mempertimbangkan bagaimana pihak lain bereaksi. Pesan yang kita sampaikan seringkali terlalu berorientasi kepada diri sendiri, sehingga apa yang terjadi dengan pihak lain menjadi sesuatu yang terabaikan.

Dalam organisasi, ada 2 (dua) komunikasi yang terjadi, yaitu:

1. Komunikasi makro terjadi antara organisasi tersebut dengan lingkungannya, atau dengan organisasi lainnya.
2. Komunikasi mikro terjadi di dalam organisasi, yaitu komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi, antara atasan dan bawahan, antar para pemimpin, dan antar kelompok kerja atau antar divisi. Jadi, komunikasi organisasi secara mikro merupakan komunikasi interpersonal di dalam organisasi.


Kesimpulan

Sumber daya manusia dalam kewirausahaan memberikan kontribusi atau sumbangan yang berharga berupa produktivitas dari posisi yang mereka pegang untuk mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan. Tugas penyediaan sumber daya manusia yang semestinya adalah sangat penting bagi wiraswastawan. Produktivitas pada semua organisasi kewiraswastaan ditentukan oleh bagaimana sumber daya manusia berinteraksi dan bergabung untuk menggunakan sumber daya system manajemen. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk penyediaan SDM adalah recruitment, seleksi, pelatihan dan penilaian hasil kerja. Untuk mendapat penempatan posisi yang tepat perlu adanya analisis jabatan. Sumber SDM bisa berasal dari dalam dan dari luar organisasi atau perusahaan. Dalam kewirausahaan pun membangun motivasi untuk keberhasilan usahanya sangatlah penting, dengan adanya motivasi dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan.




Sumber: